Pena Layla
menulislah.......tinggalkan kebaikan disetiap goresan penamu
Senin, 12 Mei 2014
Tak Kenal? Maka Ta'aruflah
Nih, spesial pake telur buat temen-temen semua yang mau ta'aruf sama ikhwan. Uraian singkat ini moga bisa membantu.Dari pada kelamaan, ba bi bu ta ti tu sa si su. Hehe. Cekidot saja yak. Monggo..
Nasihat yang saya dapat dari saudari yang lebih dahulu melakukan
ta’aruf, “Jauh-jauh hari sebelum melangsungkan ta’aruf dengan ikhwan
sebaiknya kita menyiapkan list pertanyan-pertanyaan agar mengetahui karakter
ikhwan tersebut sehingga lebih memudahkan kita melanjutkan proses ta’aruf..”
Kamis, 09 Januari 2014
#MoveOn #Lillah
Bismillah
Dalam sebuah kesempatan bertemu dengan teman masa kecilku,
ga temen masa kecil saja ya sebenarnya, kami bertetangga namun jarang
bertemu terpisah sekolah dari SMA hingga kuliah. Nah waktu ngumpul2 gitu dia
bertanya beberapa pertanyaan yang membuatku cukup kaget. Kenapa?? *baca
selengkapnya aja ya ^^
Bisa menjadi renungan buatkulah dan semoga juga bisa
bermanfaat bagi yang lain, alhamdulillah semenjak 4 Januari 2010 aku mulai berhijab , masih
ingat betul saat itu aku masih kelas 2 SMA semester 2 ga langsung behijab syar’i
tapi bertahap! Dari yang mini, sedang, dan sekarang insya Allah menuju yang
syar’i. Uuufhhh.. ga hanya kupu2 aja ya?yg bisa bermetamorfosis manusiapun
juga, termasuk aku :D klo kata mba Nina penulis Muslimah MoveOn, aku ini baru
aja ber-moveon-nisasi *suka yang agak maksa, hehehe*
Moveon yang ga diajarin disekolah manapun tapi dari tarbiyah
langsung dari Allah^^ emhh.. hingga sekarang, bertepatan 4 tahun (lebih 6 hari lah ya, ga kerasa sudah cukup lama T_T) sangat
bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah beri semoga bisa istiqomah
mempertahankan hijab ini hingga aku berhijab dg kain kafan :’)
(curhatnya kelamaan yak? Afwan, afwan, lagi suka ‘ngomong’
disini :) )
Cap cus aja yaa.. lesgoh!
Temenku yang (katanya) Nasionalis tanya, “Apa yang memotivasimu berhijab sih? Apa ikut2an temen? Geli aja kalo
inget masa kecilmu, aku masih inget kamu dulu sukanya pake celana di bawah
lutut, pake kaos, rambut terurai, ga ada
feminimnya sama sekali. kalo main pengennya menaaaaang teeeeruuuuus. Kok beda
banget sama sekarang berubah 360 derajat lah..”
Pertanyaannya :" (serasa dilempar mercon tepat dijantung ku), “Hehehe..
alhamdulillah, semenjak dapat hadiah dari Allah dalemnya ada hidayah aku
ngerasa........pengen segera moveon lillah. Setelah tak pikir2 sebenarnya kita
ngapain sih hidup?untuk apa hidup?apa sih tujuan kita diciptakan?
Umh...ternyata Allah pengen tau siapa yang paling baaaiiik
amalnya! Eh...dan ternyata lagi... ga
hanya di dunia aja kita hidup, ada kehidupan yang lebih kekal, lebih abadi,
yang disana banyak kenikmatan ga bakal kita temuin di dunia, salah satunya
bertemu Allah. Aih, tempat itu hanya buat orang2 yang pantes menurutNya.
Aku ga muna lah ya Sist!, siapa sih yang ga kepengen ketemu
sama Allah disana? Nah dengan berhijab seperti ini aku berusaha memantaskan
diri. :’)
Dan juga hadiah Allah itu dalam masa SMA sampai sekarang aku
berada di komunitas orang-orang shalih/ah (insyaAllah) mereka juga lah yang
momotivasiku tuk berhijab syari. Meski mereka ga sampai berbusa-busa
mengingatkan aku berhijab syari. Dengan akhlak mereka seolah2 mereka mengatakan, ‘ayolah ukhti...kita berhijab syari, ini
perintah Allah lho!’ kalo aku ga SEGERA berhijab, aku malu sama Allah juga temen2 shalihah ku. Padahal
udah jelas kita di ingetin, di alquran! Al quran buat apa sih? Bukankah itu
petunjuk buat kita2?? tanpa mikir2 lagi, sesegera mungkin aku berhijab Sist!
Giliranmu kapan berhijab, Sist? Masih nunggu apa sih?
(pengennya sih nanya begitu, tapi.. T__T) “
dia nanya lagi, cuma dua pertanyaan sih, tapi....
“Maaf kepo lagi, kalo
udah moveon gitu. Apa kamu pacaran? Naksir sama cowok gitu?”
Hueeeee.. agak sensi
juga ngebahas ini, tapi demi kebaikan, keliatannya dia penasaran banget sampai
keponya ‘live’ di depan mata kepalaku -,-“ yah, demi berbagi apa yang telah aku
dapat (berdakwah). Aku jawab deh, dengan senang hati, “Hemmm..semenjak tahu hukum pacaran
aku sudah berazzam (tekad) ga akan pacaran, kecuali setelah nikah. Maksudnya
pacarannya kalo udah nikah gitu, pengen yang halal aja deh, biar aman juga
berkah. Hehe.. masalah naksir, yaaa..emang fitrah kita tuk saling melengkapi
dan ‘tarik menarik’, kalo udah terjangkit virus ini, dalam istilah kehidupan
jomblowan/wati biasa disebut VMJ #VirusMerahJampu aku mencoba tanya diri
sendiri. ‘Ahhh, Allah suka ga ya kalo aku kayak gini?’ yang paling penting aku sangat berusaha meminilisir virus itu datang.
Dari pada terjangkit virus kayak gitu lumayan susah ngilanginnya (katanya sih
gitu), mending aku bersiap2 menjadi ibu yang baik. Hehehe.. toh Allah
menciptakan manusia berpasangan kan? Intinya kita semua sudah punya jodoh
masing2, cuma saat ini lagi dipingit. Begitu ^^”
Semoga bermanfaat #MoveOn #Lillah
#jajananak
“Wahai (calon) ibu..inginkah
anak2mu tidak jajan sembarangan?”
Kayaknya kok sepele ya, tapi menarik jua membahasnya. Dari
pada ngebahas yang galau2 gitu mending bahas yang ini kali ya, parenting, kan
nantinyaa kita bakal jadi ibu, insya Allah. nyiapin bekal yuks. Disini aku
ingin men-curah-kan uneg2ku, (curneg)hehehe.. XD
Aku mendapatkan ilmu ini dari rekaman kajian yang aku dengar
beberapa waktu yang lalu. Begini, ummahat yang keren binti cakep
–ilmu,kesalihahan- menerangkan pentingnya kita mendidik anak kita dalam hal
halal haram terutama makanan atau jajanan. Kalau kita gak menjelaskannya
tentang halal haram sejak dini akan terjadi beberapa kemungkinan kedepannya.
Wah, gaswat! Bisa2 gampang jajan sembarangan, bisaaaa ok2 saja dikasih daging
babi sama temennya non islam. Mau? Hhiiiiiiiiiiii....! Malah pernah denger
berita, ada anak SD yang keseringan jajan sembarangan jadi jatuh sakit dan
akhirnya meninggal. T__T oh nooooooo...
Dimulai aja ya kisahnya. Seusai pengajian ibu2 biasanya
banyak pedagang yang menjajakan dagangannya. Ibu2?? biasalah bawa anak2.
Suatu hari setelah pulang pengajian, putra(i) ummahat kece
itu minta jajan siomay. Saat itu ramai banget anak2 lain pada jajan siomay
juga. Karena memang ga biasa jajan sembarang, apalagi gaje (ga jelas) halal
haramnya. Hemm.. Ummahat kece itu menanyakan pada si penjual dengan sopan,
“jual apa pak?”
“bakso bu, namanya bakso tusuk”
“ooo...terbuat dari apa?”
“campuran dari kanji, terigu dan ayam...”
ayam??? deg!ragu... Ummahat
keren itu bilang, “nak..sioamaynya terbuat dari daging ayam. Tapi kita ga tahu
daging ayamnya itu halal atau haram. Ga usah aja ya nak.”
“iya mi....” jawab anak ummahat keren
*mak jleb2* keren banget bisa senurut itu ya?
Kalo ga dijelasin sebelumnya bakalan meraung2 gaya anak
kecil minta dibeliin, ga urusan deh halal atau haram. Apalagi temen2nya pada
beli siomay. Anak kecil, biasanya gampang pengenan tho??aku yang radak gede aja
pengenan kok #eh? :x
Tambahan lagi, ”karena makanan yang haram meskipun sedikit
saja masuk ke dalam tubuh akan berdampak buruk pada anak2, ga salah kalo anak2
kita diajak ngaji susah, diajak sholat ga mau, mengahafal quran susah...diarahkan
kebaikan susah!” *hhhuhu.. jleb2 kayak ketusuk linggis
Mendengar kisah tersebut, membuatku merenung. Memikirkanya
sampai berjam2. “duh, benar juga ya, jajan sembarangan selain berdampak buruk
bagi kesehatan, dompet, dan juga keselamatan anak sendiri” -_- heyy yang suka
jajan sembarang, masih tetep?
Huuaaaa... Sebagai ibu yang keren itu (kayak ummahat kece)
juga harus bisa menguasai ilmu perdapuran. Kelak lidah anak2 kita terbiasa
dengan masakan kita. Kalo sudah begini akan kecanduan dan yang menjadi harapan
selektif dalam memilah makanan, ga hanya halal tapi juga thoyib.
Kalo sejak kecil sudah kita tanamkan kesadaran makan dirumah
hanya masakan kita, dan tidak ada jajan sembarangan. Seperti ummahat kece itu. Hemmm..
ga salah sasaran klo dapat pujian, “masakan umi paling eunak tenan” padahal
cuma telur ceplok. “masakan umi ngangenin” padahal nasi goreng biasa. Yah
ummahat kece itu cukup menyita perhatianku, meski aku belum pernah ketemu di
dunyat hanya mendengarkan kajiannya lewat rekaman.hiks.. yang sukses mendidik
anak2nya ga jajan tapi justru gemar sedekah. Semoga suatu saat bisa ketemu
langsung. #dream
Oya, jadi inget. ummahat kece itu ngajarin putra(i)nya cara
bertanya yg baik sama tukang penjual, kalo mau membeli ^^ unik, menggelitik,
tapi ga ada salahnya ilmu ini dipraktekin lagi ke anak2 kita (nantinya).
Misalnya, tanya sama penjual bakso.
“Pak..pak..baksonya terbuat dari daging sapi ya?” gaya
bertanya anak kecil
“Oh iya..”jawab penjual bakso
“Halal gak pak?”ala anak kecil
“Oya halal...”
“Halal itu apa pak?”
“Pokoknya ya halal..”
“Pake pokoknya segala, halal itu... sapinya disembelih pake
bismillah pak...”
“O..ya gak tahu, belinya dipemotongan...”
Lapor sama Umi
“mi..umi..abangnya gak tahu, dagingnya halal atau haram. Gimana
nih?”
“gak usah aja ya nak...”
Hihihi..*semoga anak2ku nanti bisa seperti ini :D so sweet
banget ya...?ibu yang cerdas tentunya mendidik anak2nya dengan cara yang cerdas
pula. Apalagi menyangkut makanan, makanan yg baik akan mempengaruhi akhlak
anak2 kita. Selamat bersiap2 jadi ibu yang baik, ukhti-ukhti shalihah.. ^^
Sumber : rekaman kajian www.radiokrph.com
Agar Tumbuh Kembang Anak Sesuai
Syariat-Ustadzah Nunung Bintari
#satu
ting tong......
assalamu'alaykum
salam kenal. aku 'penghuni' blog baru lho. dengan harapan bisa 'bertetangga' baik dengan rentetan tulisan2 kalian :D (opo sih?)
alhamdulillah... akhirnya.... sekian lama berharap, kesampain juga punya blog. meski keinginan punya blog itu waktu aku kelas 2 SMA. hehehe sekitar tahun 2010 akhir. *klo ga salah inget yaw.
beuh, lama juga yaa? hehehe..tak apa lah yang penting kesampaian. karena waktu SMA belum megang lupita (baca : laptop) ^^ jadi agak rempong klo keseringan main ke warnet. ga enak di waktu juga kantong :P
yeah.. atas lahirnya blog ini, aku berharap... *kayak syukuran bayi aja :D* bisaa belajar, berkarya, berdakwah, dan bermanfaat.
semoga dimudahkan bermal jariyahku #menulis. disini aku masih perlu banyak belajar, jangan sungkan kalo mau berbagi ilmu, dengan senang hati :)
selamaat menulis. ^^
Langganan:
Postingan (Atom)



