Kamis, 09 Januari 2014

#jajananak


“Wahai (calon) ibu..inginkah anak2mu  tidak jajan sembarangan?”             

Kayaknya kok sepele ya, tapi menarik jua membahasnya. Dari pada ngebahas yang galau2 gitu mending bahas yang ini kali ya, parenting, kan nantinyaa kita bakal jadi ibu, insya Allah. nyiapin bekal yuks. Disini aku ingin men-curah-kan uneg2ku, (curneg)hehehe.. XD

Aku mendapatkan ilmu ini dari rekaman kajian yang aku dengar beberapa waktu yang lalu. Begini, ummahat yang keren binti cakep –ilmu,kesalihahan- menerangkan pentingnya kita mendidik anak kita dalam hal halal haram terutama makanan atau jajanan. Kalau kita gak menjelaskannya tentang halal haram sejak dini akan terjadi beberapa kemungkinan kedepannya. Wah, gaswat! Bisa2 gampang jajan sembarangan, bisaaaa ok2 saja dikasih daging babi sama temennya non islam. Mau? Hhiiiiiiiiiiii....! Malah pernah denger berita, ada anak SD yang keseringan jajan sembarangan jadi jatuh sakit dan akhirnya meninggal. T__T oh nooooooo...


Dimulai aja ya kisahnya. Seusai pengajian ibu2 biasanya banyak pedagang yang menjajakan dagangannya. Ibu2?? biasalah bawa anak2.


Suatu hari setelah pulang pengajian, putra(i) ummahat kece itu minta jajan siomay. Saat itu ramai banget anak2 lain pada jajan siomay juga. Karena memang ga biasa jajan sembarang, apalagi gaje (ga jelas) halal haramnya. Hemm.. Ummahat kece itu menanyakan pada si penjual dengan sopan,
“jual apa pak?”
“bakso bu, namanya bakso tusuk”
“ooo...terbuat dari apa?”
“campuran dari kanji, terigu dan ayam...”
ayam??? deg!ragu...  Ummahat keren itu bilang, “nak..sioamaynya terbuat dari daging ayam. Tapi kita ga tahu daging ayamnya itu halal atau haram. Ga usah aja ya nak.”
“iya mi....” jawab anak ummahat keren

*mak jleb2* keren banget bisa senurut itu ya?
Kalo ga dijelasin sebelumnya bakalan meraung2 gaya anak kecil minta dibeliin, ga urusan deh halal atau haram. Apalagi temen2nya pada beli siomay. Anak kecil, biasanya gampang pengenan tho??aku yang radak gede aja pengenan kok #eh? :x

Tambahan lagi, ”karena makanan yang haram meskipun sedikit saja masuk ke dalam tubuh akan berdampak buruk pada anak2, ga salah kalo anak2 kita diajak ngaji susah, diajak sholat ga mau, mengahafal quran susah...diarahkan kebaikan susah!” *hhhuhu.. jleb2 kayak ketusuk linggis

Mendengar kisah tersebut, membuatku merenung. Memikirkanya sampai berjam2. “duh, benar juga ya, jajan sembarangan selain berdampak buruk bagi kesehatan, dompet, dan juga keselamatan anak sendiri” -_- heyy yang suka jajan sembarang, masih tetep?

Huuaaaa... Sebagai ibu yang keren itu (kayak ummahat kece) juga harus bisa menguasai ilmu perdapuran. Kelak lidah anak2 kita terbiasa dengan masakan kita. Kalo sudah begini akan kecanduan dan yang menjadi harapan selektif dalam memilah makanan, ga hanya halal tapi juga thoyib.


Kalo sejak kecil sudah kita tanamkan kesadaran makan dirumah hanya masakan kita, dan tidak ada jajan sembarangan. Seperti ummahat kece itu. Hemmm.. ga salah sasaran klo dapat pujian, “masakan umi paling eunak tenan” padahal cuma telur ceplok. “masakan umi ngangenin” padahal nasi goreng biasa. Yah ummahat kece itu cukup menyita perhatianku, meski aku belum pernah ketemu di dunyat hanya mendengarkan kajiannya lewat rekaman.hiks.. yang sukses mendidik anak2nya ga jajan tapi justru gemar sedekah. Semoga suatu saat bisa ketemu langsung. #dream


Oya, jadi inget. ummahat kece itu ngajarin putra(i)nya cara bertanya yg baik sama tukang penjual, kalo mau membeli ^^ unik, menggelitik, tapi ga ada salahnya ilmu ini dipraktekin lagi ke anak2 kita (nantinya). Misalnya, tanya sama penjual bakso.
“Pak..pak..baksonya terbuat dari daging sapi ya?” gaya bertanya anak kecil
“Oh iya..”jawab penjual bakso
“Halal gak pak?”ala anak kecil
“Oya halal...”
“Halal itu apa pak?”
“Pokoknya ya halal..”
“Pake pokoknya segala, halal itu... sapinya disembelih pake bismillah pak...”
“O..ya gak tahu, belinya dipemotongan...”

Lapor sama Umi
“mi..umi..abangnya gak tahu, dagingnya halal atau haram. Gimana nih?”
“gak usah aja ya nak...”
Hihihi..*semoga anak2ku nanti bisa seperti ini :D so sweet banget ya...?ibu yang cerdas tentunya mendidik anak2nya dengan cara yang cerdas pula. Apalagi menyangkut makanan, makanan yg baik akan mempengaruhi akhlak anak2 kita. Selamat bersiap2 jadi ibu yang baik, ukhti-ukhti shalihah.. ^^


Sumber : rekaman kajian www.radiokrph.com  
Agar Tumbuh Kembang Anak Sesuai Syariat-Ustadzah Nunung Bintari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar